Hari Ini genap 87 tahun usia sumpah pemuda yang menjadi awal gerakan bangsa indonesia menuju kemerdekaan, “Sumpah Pemuda” adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27–28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”. Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap “perkumpulan kebangsaan Indonesia”. Istilah “Sumpah Pemuda” sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya. 


Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda. 

Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. 

Kedoea: Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. 

Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.


Dibalik semua peristiwa tersebut jika direlevansikan dengan masa sekarang, timbullah sebuah pertanyaan sudahkah pemuda masa sekarang memenuhi sumpah tersebut?


Indonesia memiliki kekayaan alam yang sungguh luar biasa dan memiliki jumlah pemuda yang sama dengan jumlah total penduduk negara Malaysia, Singapura, Thailand dan Australia jika digabungkan. Dengan memanfaatkan potensi tersebut, bukan tidak mungkin Indonesia saat ini mampu menandingi masa keemasan kerajaan Majapahit dan Sriwijaya, namun apa yang terjadi saat ini banyak pemuda yang melakukan tindakan anarki, asusila dan terjerat lingkaran narkoba akan tetapi masih banyak pula pemuda yang berprestasi untuk kemajuan negeri.

Dengan momentum sumpah pemuda ini mari rapatkan barisan untuk memperbaiki diri sendiri lalu ke keluarga lalu ke masyarakat dan bersatu padu dengan melakukan tindakan sederhana seperti tidak korupsi ,selalu menjunjung nilai nasionalisme, menjauhi kemalasan, selalu berkarya dalam berbagai hal dan masih banyak hal baik lainnya.

Akhir kata para pemuda terdahulu telah membawa Indonesia melalui pintu gerbang kemerdekaan tinggallah kita generasi sekarang melanjutkannya menuju Indonesia yang makmur, 10 hingga 20 tahun kedepan generasi kitalah yang mengambil peran sebagai Presiden, Walikota, Dosen, Ilmuwan, Teknokrat, Pengusaha, Petani dan masih banyak profesi lain untuk Indonesia yang dicita-citakan oleh para pahlawan terdahulu.

-Sosial Kebangsaan PENS​-

...