Bersamaan dengan derasnya arus globalisasi, Indonesia masih memiliki banyak permasalahan yang hingga saat ini belum juga terselesaikan. Menurut kacamata masyarakat Indonesia, Pada pemerintahan Jokowi-JK terdapat banyak permasalahan seperti penurunan perekonomian dan sebagainya. Untuk itu BEM Seluruh Indonesia mengadakan aksi yang bertempat di Gedung Grahadi Surabaya pada hari Kamis Tanggal 22 Oktober 2015. Aksi ini diikuti oleh beberapa BEM SI di wilayah timur antara lain ITS, PENS, PPNS, UB, POLINEMA, UNAIR dan sebagainya

Dalam mengikuti aksi dengan mempertanyakan mengenai kepemimpinan Jokowi-JK, PENS yang dipimpin oleh Dicky Andriawan secara serentak bergabung dengan BEM Seluruh Indonesia untuk mengutarakan tuntutan-tuntunan dengan tujuan agar permasalahan yang ada di Indonesia cepat terselesaikan sehingga kesejahteraan masyarakat Indonesia dapat terjamin.

Didepan Patung Gubernur Suryo, aksi ini dibuka oleh kordinator lapangan serta secara langsung menyampaikan dua tujuan dari aksi ini yaitu

Pertama adalah ke vertikal dengan menuntut 4 hal ke Gubernur Jatim Soekarwo :

·  Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang diantaranya Menurunkan harga bahan pokok, Menasionalisasi aset-aset strategis yang dimiliki Indonesia,

·  Melindungi rakyat kecil dari pelanggaran HAM,

·  Memberikan sanksi seadil-adilnya kepada pelaku pembakaran hutan dan

·  Menurunkan angka pengangguran di Indonesia.

Untuk horizontal, melakukan penggalangan dana \\\'oksigen\\\' untuk korban bencana asap. Pada saat aksi berlangsung terdapat kawat berduri yang menghalangi karena bertepatan dengan acara pelantikan pejabat pemerintahan.

Setelah orasi aksi, rombongan mahasiswa memutari monumen Bambu Runcing menuju Jl.Basuki Rahmat (Tunjungan Plaza) lalu kembali ke Grahadi untuk penggalangan dana. Mereka menyampaikan tuntutan sekaligus meminta penggalangan dana minimal 200.000 kepada setiap pejabat yang lewat, namun masih ada pejabat bermobil mewah yang tidak mengeluarkan sepeser uangpun untuk korban asap.

Pada pukul 15.00 WIB, perwakilan mahasiswa diijinkan menemui petugas protokoler, kekosongan diisi dengan orasi, orasi dari PENS diwakili oleh Mas Bara dari jurusan Mekatronika, setelah itu perwakilan bertemu dengan pejabat pemerintahan namun hasilnya belum memuaskan, sempat terjadi kericuhan kecil antara mahasiswa dengan aparat kepolisian. Hal itu akhirnya membuat Pakde Karwo dan Gus Ipul keluar dari Grahadi menemui mahasiswa yang telah lama menunggu.

Akhirnya mahasiswa menyampaikan tuntutannya, Pakde Karwo menerima semua tuntutan tadi, sekaligus menyumbangkan dana untuk korban bencana asap sebesar 50 juta atas nama Pemprov Jatim.

Kronologi Aksi BEM SI 22 Oktober 2015 ini menghasilkan:

1. Tuntutan BEM SI disampaikan langsung ke Gubernur Jatim dan Wakil Gubernur Jatim.

2. Pemprov Jatim menyumbang 50 juta untuk korban bencana asap (dalam konfirmasi) + sumbangan dari pejabat pemerintahan dan masyarakat.

Semoga dengan adanya kronologi Aksi BEM SI dapat membantu menyelesaikan permasalahan di Indonesia serta dapat membantu korban bencana kabut asap yang hingga saat ini kondisinya masih memprihatinkan. (Tim Jurnalis BEM PENS)

...